Kamis, 10 Desember 2009

“ARTI SEBUAH KEMERDEKAAN”

SABTU 21 NOVEMBER 2009
KEDUNGGALAR
06.34 pm WAKTU SETEMPAT

Pagi yang cerah disebuah pedesaan. Asri, nyaman, peduli, indah,dan penuh dengan kedamaian. Itulah kesan yang aku rasakan di desa Gemarang, kecamatan Kedunggalar ngawi jawatimur. Hari ini aku merasakan kedamaian ini lagi, setelah sekian lama aku tak merasakannya. Kadamaian yang ada dipedesaan ini membawaku kedalam sebuah ketenangan yang tidak pernah aku rasakan selama satu tahun terakhir ini. “Damai” mungkin satu kata ini yang bisa ku ungkapkan dalam hati kecilku saat ini. Tak ada kebulan asap knalpot, dering suara motor, tak ada listrik, tak ada gosip selebriti, dan banyak hal” lain yang selama ini memanjakan diriku. Disinilah aku dapat merasakan batapa indahnya hidup ini, ditempat ini aku bisa menemukan sesuatu yang selama ini aku cari.
Jauh angan ini melayang” memandang hamparan hijaunya sawah dan ladang” penduduk dan lalulalang para petani yang melakukan aktifitas mereka masing” gerakan seekor kerbau yang sedang menarik bajak disebuah sawah terlihat begitu kuatnya dia. Para ibu” topi berbentuk prisma yang bergegas menuju sebuah sawah untuk membantu suaminya bekerja. Banyak hal yang aku dapatkan disini.
Tak pernah aku membayangkan hal sampai sejauh ini. Disebuah pulau yang paling tua dinegara kita tercinta ternyata masih ada daerah yang tidak terjangkau oleh pandangan pemerintah. Rakyat yang serba kekurangan, pendidikan yang rendah, sarana transportasi yang tidak memadai, dan jauh dari segala harapa masyarakat. kemanakah pemerintah kita??? Tahukah mereka bahwa disini masih ada rakyat yang selalu mengharapkan bantuan. Sadarkah mereka disini ada rakyat yang harus bertahan hidup dengan serba kekurangan?? Hati ini bertanya, kemana hati nurani mereka??
Pada UUD 1945 tertuliskan “ Bahwa penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan…” Indonesia telah lama merdeka, tapi kenapa masih ada orang” yang terjajah. Terjajah oleh kemiskinan, kobodohan, kekejaman para koruptor, dan banyak penjajah” lainnya. Apakah ini arti kemerdekaan ?? atau kemerdekaan itu hanya ucapan saja ???
Kulihat jalan setapak berbatu disebrang hamparan sawah yang begitu luas, satu-satunya jalan yang menghubungkandesa ini dengan desa yang lain. Kondisi jalan yang tidak karuan, berlubang dimana-mana, jalan yang setian saat bisa berpindah-pindah, dan pasti becek apabila musim penghujan datang. Aku bertanya?? Apakah ada seorang yang peduli akan keadaan jalan itu, kapan jalan itu akan tetap berada ditempat itu iutuk selamanya, kapan jalan itu akan ditutup batunya, kapan jalan itu akan bias dilalui oleh mobil-mobil mewah para pejabat Negara ??? KAPAN???
Jerittan seorang anak kecil yang kira-kira berusia 7 tahunan membuyarkan khayalanku yang semakin dalam. Dalam pelukan seorang nenek dia menangis. Aku tak tau apa arti tangisan tersebut. Badan yang kurus, tanpa ditutupi sehelai benangpun. Tampak jelas bentuk tulang iga dan tulang punggung yang kecil dan rapuh. Kulit tubuh yang pucat dan layu membungkus tubuh anak itu. Air liur yang selalu mengalis dari bibir manis sibocah dan ttatapan hampa yang mungkin tanpa asa didalam hati. Mungkinkah dia mengerti akan indahnya hidup, apakah dia tau indahnya dunia ini, dan apakah dia tidak punya keinginan untuk menemukan hidup yang lebih indah dari yang sekarang ini. Tertawa, bermain bersama teman-teman, sekolah, belajar, jalan-jalan, atau kebutuhan hidup lainnya yang orang lain alami??!!
Tanpa sadar aku mulai terbawa oleh situasi ini. Segelintir air mata menetes dari mataku. Aku membayangkan betapa kejamnya hidup bila dalam kondisi seperti ini. Kini aku sadar, ternyata hidupku tidak ada artinya dibandingkan dengan mereka. Mereka yang hidup serba berkecukupan bahkan !!

TO BE CONTINEU…………………….!!!!!!!!!!!

Minggu, 15 November 2009

perbaikan bibit kakao melalui kultur jaringan

TERBATASNYA bibit bermutu menyebabkan rendahnya produktivitas tanaman kakao saat ini, yakni hanya 625 kilogram (kg) per hektar per tahun. Hal itu setara 32 persen dari potensi seharusnya sebesar 2.000 kg per hektar per tahun.
Untuk itu, diperlukan terobosan teknologi pembibitan kakao berkualitas untuk memenuhi kebutuhan yang kian besar dengan cara mengembangkan kultur jaringan atasi kebutuhan bibit kakau.
Demikian disampaikan Menteri Pertanian Anton Apriyantono saat meresmikan Laboratorium Teknologi Kultur Jaringan (somatyc embryogenesis/SE) untuk pembibitan kopi dan kakao, di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember, Jawa Timur, Sabtu (16/2).
Menurut Mentan, dari 992.000 hektar kebun kakao 87 persen dikelola oleh perkebunan rakyat, enam persen perkebunan milik negara, dan tujuh persen perkebunan milik swasta.
Indonesia merupakan negara pertama yang mengembangkan teknologi kultur jaringan (SE) di dunia untuk kakao, ujar Mentan.
Pemanfaatan teknologi kultur jaringan dalam pembibitan kakao diperlukan guna mempercepat penyediaan bibit kakao nasional. Pencanangan program revitalisasi perkebunan kakao telah memacu peningkatan kebutuhan bibit kakao hingga 75 juta bibit per tahun.
Jumlah itu terdiri dari 50 juta bibit untuk memenuhi kebutuhan program revialisasi 200.000 hektar dan 25 juta bibit untuk kebutuhan lain.
Revitalisasi 200.000 hektar perkebunan kakao, kata Mentan, dilakukan dengan cara bertahap hingga tahun 2010. Terdiri dari 54.000 hektar program peremajaan, 36.000 hektar rehabilitasi, dan 110.000 hektar perluasan areal tanaman.
Sementara, target revitalisasi terjadinya peningkatan nilai ekspor kakao sebesar 20 persen pertahun. Tahun lalu nilai ekspor kakao sekitar 500 juta dolar AS per tahun. Sentra produksi kakao adalah Jatim, Sumbar, Sulsel, Sulbar, Sultra, dan Sulteng, Kalimantan Timur, Maluku, dan Papua.
Terkait revitalisasi perkebunan, pemerintah memfasilitasi dalam empat hal. Yaitu skema investasi, impor untuk keperluan barang modal dan industri, negosiasi untuk membuka pasar dunia bagi produk Indonesia, dan subsidi bunga kredit bagi petani. Subsidi diberikan agar petani mampu meremajakan tanaman tua dan memperluas areal tanam.
Kekurangan
Indonesia saat ini, sambung Mentan, masih kekurangan 23 juta benih kakao untuk mendukung pencapaian target pengembangan 200.000 hektar kakao hingga 2010 mendatang. Saat ini, benih yang tersedia hanya sebanyak 34 juta benih, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan 200.000 hektar dibutuhkan 57 juta benih kakao.
Deptan akan memproduksi benih unggul kakao melalui teknik kultur jaringan. Teknologi ini diharapkan dapat mendukung percepatan produksi benih unggul kakao.
Tahun ini Deptan akan merevitalisasi perkebunan kakao baik melalui perluasan maupun peremajaan dan rehabilitasi lahan, ujar Mentan. Luas lahan baru kakao tahun ini mencapai 29.000 hektar, sedangkan peremajaan dan rehabilitasi masing-masing 15.000 hektar dan 10.000 hektar.
Sementara untuk menunjang program revitalisasi perkebunan kakao tahun ini, lanjut Anton, Deptan menyediakan benih unggul kakao sebanyak satu juta benih. Benih yang siap disalurkan tersebut terdiri dari benih lokal dan benih kakao mulia.
Program revitalisasi mendesak dilakukan mengingat banyaknya lahan perkebunan kakao yang terlantar. Banyak tanaman kakao sudah tua, rusak, atau bukan berasal dari benih unggul.
Turunnya produksi kakao saat ini membuat posisi Indonesia sebagai produsen utama kakao dunia tergeser Pantai Gading dan Ghana.
Mengganasnya hama pengganggu kakao (PBK) menjadi penyebab utama tergesernya posisi Indonesia itu, disamping karena rendahnya produktivitas rata-rata nasional yang kurang dari 50 persen potensinya.
Kepala Puslit Kopi dan Kakao, Teguh Wahyu, menambahkan pengembangan laboratorium teknologi kultur jaringan menggunakan dana hibah Deptan tahun 2007 sebesar Rp9 miliar dan dilanjutkan dana hibah tahun 2008 sebesar Rp4 miliar. Untuk teknologinya, Deptan mendapatkan bantuan alih teknologi dari Pusat Litbang Nestle Perancis yang difasilitasi PT Nestle Indonesia.
Kepala Biro Riset Lembaga Riset Perkebunan Indonesia, Gede Wibawa, mengatakan teknologi ini tak hanya mampu menyediakan bibit dalam jumlah besar. Namun juga menghasilkan bibit berkualitas tinggi berukuran seragam.
Menurutnya, perbanyakan tanaman kakao umumnya dilakukan secara generatif menggunakan benih dan vegetatif menggunakan setek, okulasi, dan sambung pucuk. Namun, hasilnya kualitas bibit umumnya rendah, ukuran tidak seragam, dan produktivitas rendah.
Dengan teknologi kultur jaringan, masalah pengadaan bibit berkualitas tinggi dan seragam secara cepat bisa diatasi. Tahun 2009 kapasitas produkti akan mencapai empat juta bibit kakao, kata Gede. (cr-1)

Kamis, 02 Juli 2009

Perokok Yang Malang
THE BAGONK : 2 diantara 6 pasukannya (cieh kyak kerajaan aja..) adalah perokok berat
dah salah satunya adalah aku, dan satunya lagi adalah tmen dan jga tetangga kamarku. kami adalah pecandu berat (jgn negatif) kita sering ngisep puntung yg dah di asbak hehehe... boong deng... klo lg kere aja..!!!!

suatu hari aku pulang dri kampus !!!
aku punya sebatang rokok yg paling disukai ma tmenku itu..!!!
rokok itu bermerk ******** pokoknya gtu dech..!!
rokok itu hasil malak dri anak culun dikampusku,,,
yg ku mintai uang buat beli 2 batang rokok

sesampainya aku dirumah aku teringat akan kisah jahil tmen2 SMAku dlu yg ngerjain aku dengan rokok
maka timbullah niat jahilku !!!!

cara kerja (Jangan meniru kejahilan ini tanpa izin tertulis dri kepolisian)
1. keluarkan tembakau rokok dari pembalutnya hingga dekat dengan fliternya..
2. ambil beberapa belerang korek kayu (makin banyak makin dahsyat)
3. masukkan belerang kedalam pembalut rokok seperti tembakau
4. masukkan kembali tembakau yang telah dikeluarkan hingga rokok seperti semula ( agar tidak mencurigakan, masukkan tembakau rokok dengan rapi dan padat)
5 letakkan rokok itu ditempat biasa kamu meletakkan rokok
6 biarkan rokok terlihat oleh calon korban !

stelah aku buat ranjau itu dengan tak sengaja aku meletakkan rokok itu diatas mejaku dan aku pergi kekamar mandi !!
saat aku masuk kekamarku dan mendapati rokok itu telah lenyap aku tersenyum dan mencari siapa yg akan terkena ranjau maut itu..!!???

terlihat dua orang pria sedang asik berbincang2 diteras rumah kontrakanku!
mereka sedaNG ASYIK MENIKMATI hangatnya rokok bermerk********* (walau ku tau itu bukan rokok ranjau ) tawa girang terpekik dari mulut mereka satu kata terdengar begitu lucu ditelunga mereka.!!
namun aku tetap diam dan tersenyu penasaran dengan orang yang akan terkena ranjau mautku

aw.....!!!!

begitu keras dan jelas ku dengar teriakan itu..!!!
hingga aku kaget dan mencari dri mana suara itu berasal/?????
tah lebih dari 30 detik kudapati muka hitam tampa alis dan hidung yang berasap !!!
hingga pecah suara tawa kami bertiga yg tak henti2nya !!!

BETAPA MALANGNYA NASIBMU NAK !!!!!!

tawa itu kian lama kian mengencang
karena 14 penghuni kontrakan datang dan mendapati dia seperti topeng monyet yang akan pentas di kerumunan masa...!!!! wajahhitam penuh merang, alis yg keriting karena gosong dan tak bersisa
bibir tebal vbagai buku hukum

tawa kami makin kencang saat iya aku benci rokok *******

hahahahahahahahahahahahaha

cerita ini hanya fiksi dan sbagian ada kisah nyatanya
maaf bila ada kesamaan kisah dalam cerita ini !!!
smua ini hanya catatan belaka !!!



Tunggu aja lagi…. Pasti ada yg lebih seru…!!! OOOOKKKKKK………!!!!!
Aku tak akan menyerah

suatu hari aku dan sahabat dekatku punya suatu mici yang sangat penting. sebagai seorang sahabat aku tak pernah menghiraukan bagaimana nasibku nanti. yang penting bagiku adalah bagaimana aku bisa menyenangkan sahabatku !!!

sbagai senior dan the master!!!! cieh..... gaya nya,,,
aku selalu ingin memberi yang terbaik untuk fatner bisnisku
walaupun aku cma dpet bayaran Rp 200.000 dalam misi ini !!!

misi kami saat ini adalah mencegah perselingkuhan !!!
korbannya adalah seorang ibu2 bernama juwita (Red) dia punya seorang suami sebut saja namanya mamet !!

juwita adalah seorang ibu yang sangat sabar walaupun sdikit cemburuan. juwita adalah seorang bidan di sebuah RSUD di jawa timur. dia meniti karirnya sejak 10 tahun yang lalu. sedangkan suaminya adalah seorang pria yang tinggi badannya 165 cm, dengan gaya rambut mohak, dan berpenampilan selalu rapi. menejer sebuah perusahaan bekry ini selalu membuat wanita yang dekat dengannya merasa damai bersamanya !!


suatu hari ada seorang wanita datang memasuki kehidupan mereka (hal ini sering terjadi tapi ini paling parah) hingga dia menyewaku untuk membereskan semua itu !! sbenernya masalah ini ga begitu berarti, soalnya si mamet jg ga suka ma ni cwe. selain itu cwek ini orangnya ga bgitu cantik ko,,!!!
dah tinggi, kurus, jelek, item, bintitan, idup lg !! hehehehe....
tp yg jdi masalah ni cwek slalu bikin ulah dan bikin keluarga mereka berantem !!

dengan berbagai cara aku coba menyingkirkan wanita gila itu dari hubungan mereka, dari yg langsung maupun tidak langsung !!( tanpa pelet ya zaman modern kok pke pelet.... kuno )dari jurus dasar hingga jurus mautku ku gunakan !!! wanita itu tetap saja berdiri tegar,,,,!!!

hingga suatu ketika aku benar benar kesal dan marah..!!!
aku harus bermain licik
aku cuma punya satu jurus yg belum pernah aku pakai selama ini !!
dan itu adalah jurus yg aku pelajari dari perguruan the^kill man 1000 tahun lalu
akhirnya dia ku tahluk dan aku berhasil mencuri hatinya...!!!!

dia Djatuh tjinta kepada diri ku
huahahahahahahahahahahahah.........
sbagai manusia biasa aku smpet terlena dengan keberhasilanku menakhlukkan hati wanita yg keras itu
dan aku lupa pada mantan kekasihku yang sedang menyusui anaknya,,!!!
aku terlena dengan kenikmatan yang telah diberikan, aku terbuai dengan apa yang ia sediakan

higga akhirnya aku sadar dengan apa yang aku lakukan !!
aku bergegas menuju posisiku
saat ia tak sadar dan terpesona oleh rayuanku
kubuang dia dari peradaban dunia !!
namun deritaku tak hanya berakhir disini....
satu kata yang ku dengar dari bibir tebalnya..!!!
aku tak akan menyerah !!!!!

Bersambung……..:) !!!!

cerita ku

Perjalanan kekampus baru

Berawal dari sebuah kisah perjalanan para mahasiswa join program antara dua kampus yang berjauhan, yang satu berada diujung barat dan yang satu lagi berada di ujung timur. 250 orang mahasiswa diberangkatka dari kampus barat menuju ke kempus timur, dengan kendaraan yang seadanya.
Jam 7 pagi aku dan teman sekamarku bangun dan terburu-buru mandi, kami mendapat berita bahwa kami tidak bias diberangkatkan bersama teman-teman kami bila masih ada problem akademik di kampus barat.

Lima bendel laporan yang tebalnya sekitar 7 cm kumasukkan kedalam tas buluk yang kubeli 2 tahun lalu disebuah mal di Jakarta. Dengan cepat ku siapkan segala kekurangan akademikku. Satu masalah akademikku yang bias menentukan nasibku selanjutnya. Melesat kencang aku menggunakan motor supra x 125 putih menuju kampus yang berjarak _+ 500 m dari depan kos-kosanku. Dengan penuh harapan aku bias bertemu dengan seseorang yang membuatku bingung, serta dapat menentukan nasibku berikutnya.


Aku masuk ke sebuah ruangan besar berAC dan tertata rapi yang terletak di lantain 16 gedung pusat kampus itu.

“Pagi mbak” , aku mengucapkan salam dengan nafas yang ter engah-engah dan dada mau copot.

“Pagi,” sahut seorang wanita cantik dengan rok mini ketat diatas lutut berwarna coklat muda.

“saya mau ktemu dengan pak direktur mbak”??!! Dengan gaya yg sok PD tp sbenernya gugup.

“Ada keperluan apa” ??? Tanyanya lagi.
Saya mau minta tanda tangan pak direktur buk untuk laporan hasil penelitian kmarin !!! jawabku menjelaskan !

Letakkan saja laporannya disini, skalian tandai bagian yang mau ditanda tangani !
pak direktur masih ada rapat di kantor besar ! nanti jam 12 kamu kembali lagi kesini !

ya mbak…!!??? Jawabku sambil mengerjakan apa yang dia perintahkan dan langsung pergi meninggalkan ruangan itu.


Jam menunjukkan pukul 08 : 05 aku berkemas untuk keberangkatanku kekampus baruku. Ku lihat para mahasiswa jurusan manajemen mulai berdatangan dan berkumpul di sebuah gedung yang mampu menampung 1000 orang. Beberapa anak tampak kerepotan membawa barang bawaannya yang ku perkirakan isinya adalah semua isi rumahnya ! serta lemari es milik mamanya pun ada dikoper itu. Seperti transmigrasi pada zaman pemerintahan pak harto dulu Cuma ini kurang banyak.

Jam 09 : 13 menit aku telah selesai membereskan semua barang yang akan ku bawa ketempat baruku. Setelah selaesai berbenah kamar dan sarapan, aku segera membawa barangku yang hanya sekoper tanggung dan sebuan kardus indomie instant rasa ayam bawang yang isinya adalah 5 pasang pakaian lengkap dan 1 jas, serta kaos-kaos oblongku. Maklum laki-laki ga banyak embel-embel.

Berangkat aku dengan muka sedikit tegang dan rasa penasaran yang mulai muncul. Kemanakah aku akan pergi ????!!! sambil menunggu waktu yang tinggal kurang dari 10 jam keberangkatan kita meninggalkan kota tercinta ini, aku menyempatkan diri mengelilingi kampus yang memiliki luas sekitar 58 hektoare ini.

Saat asyik menikmati pemandangan yang ada dikampus itu aku dikagetkan dengan getaran Hand Phoneku yang ku simpan disaku celana jccku. Sebuah pesan baru berisi pemberitahuan bahwa para mahasiswa yang akan berangkat segera berkumpul, dan bis akan diberangkatkan pada pukul 14 :15 aku segera bergegas menuju tempat dimana teman-temanku berkumpul.

Jam 14 : 22 menit semua mahasiswa sudah berada diatas bis, bersama barang-barang mereka yang mungkin melebihi berat badan mereka. Aku dan beberapa temanku sibuk menaikkan barang milik cwe-cwe yang telah asyik duduk diatas bangku bis berAC yang empuk.




Bersambung………………………..!!!!!!!!!!!!

Jumat, 26 Juni 2009

Kultur Jaringan Tumbuhan diluar Laboratorium Print E-mail
Written by Ir. Edhi Sandra MSi.
Friday, 20 June 2008

Oleh : Ir. Edhi Sandra MSi.

Pendahuluan

Banyak orang membayangkan laboratorium kultur jaringan adalah ruangan tertutup yang “mengerikan” terisolasi dari kondisi luar laboratorium dan harus serba steril. Penuh dengan botol-botol yang berisi tanaman dan alat-alat yang sebelumnya tidak pernah dilihat, dengan bau ruangan yang khas (bau desinfektan) Dan banyak orang juga beranggapan bahwa kultur jaringan adalah teknologi budidaya tumbuhan modern yang sangat sulit dan hanya dapat dilakukan oleh orang tertentu saja. Perlu biaya investasi yang sangat besar serta hasilnya lama dan belum tentu berhasil.

Mungkin demikian pula persepsi anda?.... tidak perlu malu, karena memang fakta yang ada mengarah pada persepsi tersebut. Tapi… taukah anda, …….bahwa kultur jaringan itu dapat dilakukan oleh anak lulusan SMP atau SMA atau bahkan tidak perlu sekolah….? Taukah anda, ….bahwa laboratorium kultur jaringan dapat dilakukan dirumah kita?..... seadanya. Taukah anda, ….. bahwa botol kultur dapat dibawa-bawa keluar laboratorium kultur jaringan….?

Tidakkah anda ingin menghadirkan teknologi kultur jaringan modern di rumah anda…? Tidakkah anda ingin menguasai suatu teknologi yang mampu berbuat banyak dalam menghasilkan bibit berkualitas, mnghasilkan varitas baru, memperbanyak bibit yang harganya mahal…? Tidakkah anda ingin meneliti berbagai macam hal mengenai tumbuhan…? Kesemuanya …. Sebenarnya …. Dapat anda miliki.!!!...... (“apakah benar perkataan orang ini? Apakah mungkin saya yang tidak tau tanaman, …… yang tidak mempunyai dasar mengenai budidaya,…… yang berbeda profesinya dapat mengembangkan kultur jaringan?”….)

Memang dalam hal ini dibutuhkan keuletan dan ketekunan…..tapi yakinlah bahwa anda pasti bisa…!!!. Anda masih tidak percaya….. anda mau bukti……Beberapa peserta pelatihan saya saat ini sudah berhasil menjalankan kultur jaringan dengan baik sesuai dengan tujuannya masing-masing. Ada yang melaksanakan kultur jaringan sebatas hobi, …ada yang senang meneliti pertumbuhan kultur jaringan dengan memberikan berbagai macam perlakuan…. Dan ada juga yang sudah eksis dengan usaha kultur jaringan, .. ada yang usaha kulktur jaringan jati, …ada yang usaha kultur jaringan anggrek, …ada yang usaha kultur jaringan tanaman hias dan sebagainya.

Esha Flora

Esha flora adalah suatu lembaga yang mengemban misi dan visi mengembangkan, mentransfer dan menerapkan teknologi kultur jaringan di masyarakat. Awal mula memang dirasakan bahwa melaksanakan kultur jaringan serba sulit,… mau beli bahan dan alat …..kemana? …harga mahal..? ada ngga yang buatan dalam negeri yang murah..? ada ngga alternative alat dan bahan yang murah..?...bisa ngga kita beli eceran atau sedikit saja..?...bisa ngga kita beli jadi saja..? bisa ngga kita beli kultur jadinya..? bisa ngga kita beli ramuan jadi untuk media kulturnya..? Kesemua pertanyaan tadi adalah pertanyaan yang banyak ditemui kalau kita mau merintis kultur jaringan. Dulu…. Hal tersebut tidak terjawab…tapi, …sekarang semua kesulitan tersebut sudah dibantu oleh Esha Flora … apa yang menjadi kesulitan anda di dalam melakukan kultur jaringan …Esha Flora akan membantu anda..

Kalau anda belum memiliki alatalat dan bahan media secara lengkap, … anda tetap dapat melakukan kultur jaringan dengan hanya melakukan kegiatan subkultur dan aklimatisasi saja….anda hanya membeli enkas dan alat-alat tanam saja….sementara kultur jadi yang sudah steril dan media jadi yang sudah disterilisasi… dapat anda beli di Esha Flora…

Kalau anda masih dalam skala yang kecil dan masih coba-coba maka anda dapat membeli bahan secara eceran atau sedikit dan dapat membeli media ramuan secara eceran juga, sehingga anda tidak perlu keluar modal besar…

Kalau anda kesulitan di dalam inisiasi (menanam kultur dari luar ke dalam botol, karena biasanya tingkat kontaminasinya tinggi), ..maka anda dapat menginisiasi di Esha Flora…atau anda dapat membeli kultur yang ada untuk dapat diperbanyak sendiri….

Kalau anda belum mempunyai alat dan ingin melakukan kultur jaringan, ..maka anda dapat mengkulturkan di Esha Flora dengan biaya sewa alat yang cukup murah. Bahkan kalau anda mau menitipkan kultur di Esha Flora…juga bisa dengan membayar biaya menginap kultur perbulannya…

Kalau anda ada proyek dan kebutuhan bibit dalam jumlah tertentu, …maka anda dapat membayar jasa mengkulturkan di Esha Flora….

Prinsipnya Esha Flora siap membantu anda semua di dalam mengembangkan kultur jaringan baik skala rumah tangga maupun skala industri.
PENGARUH JENIS MEDIA ORGANIK DAN NAA TERHADAP PERTUMBUHAN ANGGREK HITAM (Coelogyne pandurata) Print E-mail

Untuk mencegah terjadinya kepunahan spesies ini, maka harus diupayakan teknik budidaya yang tepat untuk menyediakan tanaman-tanaman baru anggrek hitam secara cepat dengan kualitas dan kuantitas yang baik.



Dikutip dari Skripsi:

Rini Untari, S.Hut (Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan Fakultas Kehutanan IPB 2003 )

Dosen pembimbing: Ir. Edhi Sandra, MSi & Ir. Dwi Murti Puspitaningtyas, M.Sc

Anggrek hitam merupakan salahsatu anggrek alam yang berasal dari Kalimantan, bunganya berbau harum lembut dan lama mekar bunga sekitar 5-6 hari. Berdasarkan PP No.7 Tahun 1999 anggrek ini termasuk ke dalam tumbuhan yang dilindungi.

Di alam keberadaan jenis anggrek ini terancam karena pengambilan yang berlebihan, terjadinya perubahan dan rusaknya habitat tumbuh anggrek tersebut merupakan faktor yang mengancam kelestarian anggrek ini. Kegiatan pengeksploitasian yang berlebihan dan apabila terjadi terus-menerus, anggrek hitam akan mengalami kepunahan.

Untuk mencegah terjadinya kepunahan spesies ini, maka harus diupayakan teknik budidaya yang tepat untuk menyediakan tanaman-tanaman baru anggrek hitam secara cepat dengan kualitas dan kuantitas yang baik.

Tanaman anggrek dapat diperoleh melalui cara pembiakan secara vegetatif dan generatif. Secara alami pembiakan anggrek dengan cara generatif yang berasal dari biji hanya dapat tumbuh jika bersimbiosis dengan mikoriza. Biji anggrek hanya terdiri dari embrio dan testa (pelindung embrio) tanpa cadangan makanan atau endosperm. Jika bersimbiosis dengan mikoriza, anggrek dapat memperoleh nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh. Pada umumnya tingkat keberhasilan perkecambahan secara alami persentasenya sangat kecil.

Dengan berkembangnya teknik kultur in vitro, maka keberhasilan perkecambahan biji anggrek dapat ditingkatkan. Modifikasi media dapat meningkatkan produksi anggrek hitam ini secara kualitatif dan kuantitatif dibandingkan dengan produksi hasil dari alam. Salahsatu modifikasi media yaitu penambahan persenyawaan organik kompleks sehingga dapat mengoptimalkan pertumbuhan anggrek hitam tersebut serta penggunaan NAA, salahsatu jenis auksin sintetis banyak digunakan untuk meningkatkan rasio pertumbuhan akar tanaman dalam kultur invitro, karena akan mendorong pembentukan akar-akar baru pada selang konsentrasi tertentu. Dengan pertumbuhan akar yang sehat dan kuat akan meningkatkan kemampuan tanaman untuk bertahan hidup pada tahap aklimatisasi ke lapangan. Penelitian ini dilaksanakan Unit Kerja Laboratorium Kultur Jaringan Anggrek Kebun Raya Bogor. Penelitian dilakukan selama 6 bulan dari bulan Juni sampai bulan Desember 2002.

5 hari pengamatan plantlet selama di botol dan 1 bulan untuk melihat keberhasilan hidup di lapangan. Percobaan ini terdiri dari 2 faktor, faktor pertama adalah 6 jenis media organik (tanpa bahan organik, air kelapa 250ml/l, pisang ambon 150g/l, kentang 200g/l, ubi jalar 150g/l, dan kedelai 150g/l) yang dikombinasikan dengan faktor ke-2 yaitu 5 taraf konsentrasi NAA (0 ppm, 5ppm, 10ppm, 15ppm dan 20ppm). Media dasar yang digunakan adalah komposisi media VW (Vacin & Went) dengan menambahkan gula pasir, arang aktif dan agar-agar. Bahan eksplan yang digunakan: semai hasil perkecambahan dari biji yang berumur 20bulan mempunyai tinggi masing-masing 3-6cm dengan jumlah daun 6-7 helai.

Tanaman hasil kultur invitro setelah pengamatan selama 5bulan selanjutnya diaklimatisasi ke media yang terdiri spagnum moss, arang dan pecahan genting dengan perbandingan 1:1:1, media tanaman yang dipakai terlebih dahulu direndam dalam air panas selama 1 jam kemudian ditirskan dengan tujuan untuk melestarikan media tumbuhan yang akan dipakai.

Parameter yang diamati: pembentukan akar (panjang akar dan jumlah akar). Panjang akar diukur pada saat panen sedangkan jumlah akar diukur setelah 2minggu penanaman. Pertumbuhan eksplan (tinggi eskplan, jumlah daun, jumlah tunas baru). Pengamatan dilakukan setelah 2minggu penanaman selain peubah di atas dilakukan pengamatan terhadap kondisi eksplan seperti pembentukan akar adventif, warna daun, persentase hidup eksplan dan persentase plantlet yang hidup di lapang. Pengamatan di botol dilakukan setiap 2 minggu selama 5 bulan dan untuk plantlet yang hidup di lapangan diamati selama 1bulan setelah plantlet keluar dari botol kultur.

Penambahan media Vacin dan Went dengan persenyawaan organik kompleks dan zat pengatur tumbuh NAA serta interaksi antara 2 faktor perlakuan tersebut memberikan pengaruh yang berbeda-beda terhadap parameter-parameter pertumbuhan, parameter pertumbuhan tersebut meliputi pembentukan akar baik panjang akar dan jumlah akar serta pertumbuhan eksplan yaitu tinggi eksplan, jumlah daun dan jumlah tunas baru.

Perbedaan jenis media organik kompleks berpengaruh nyata terhadap semua parameter kecuali jumlah tunas. Jumlah akar dan panjang akar tertinggi diperoleh dari media VW dengan penambahan ubi jalar 150g/l. Tinggi eksplan dan jumlah daun terbaik diperoleh dari media VW + kentang 200g/l. Sedangkan untuk rata-rata terendah dari parameter tinggi eksplan, jumlah daun, jumlah akar dan panjang akar pada media VW + kedelai 150g/l untuk 20 minggu setelah tanam (MST).

Zat pengatur tumbuh NAA berpengaruh terhadap parameter tinggi eksplan, jumlah daun, jumlah akar dan panjang akar, tidak berpengaruh terhadap jumlah tunas. Faktor zat pengatur tumbuh NAA berpengaruh nyata pada tingkat kwartik untuk semua parameter. Parameter tinggi serta jumlah daun konsentrasi NAA maksimum 0ppm, jumlah akar maksimum pada konsentrasi 2,1ppm sedangkan parameter jumlah tunas peningkatan NAA lebih dari 20ppm masih memungkinkan peningkatan jumlah tunas.

Peningkatan konsentrasi NAA mengakibatkan daya regenerasi tanaman menurun dan terhambat serta meningkatkan kematian untuk beberapa eksplan anggrek C. Pandurata. Terdapatnya zat-zat endogen/ auksin alami dalam eksplan yang mendorong eksplan untuk tetap mengalami pertumbuhan dan perkembangan.

Interaksi antara jenis persenyawaan organik kompleks berpengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan baik tinggi plantlet, jumlah daun, jumlah tunas, jumlah akar dan panjang akar. Pemberian NAA berpengaruh nyata pada tingkat kwartik untuk semua media organik kecuali pada media VW + kedelai 150g/l berpengaruh nyata pada tingkat kuadratik. Pada parameter jumlah tunas, peningkatan NAA pada semua perlakuan media organik, konsentrasi NAA lebih dari 20 ppm dapat meningkatkan jumlah tunas.

Peranan zat tumbuh selain sebagai perangsang dapat pula berlaku sebagai penghambat, semuanya itu tergantung dari konsentrasi zat tersebut. Dengan meningkatnya konsentrasi NAA dalam media menyebabkan persentase kematian eksplan yang tinggi. Pada minggu ke-20 eksplan yang hidup untuk perlakuan NAA 0ppm 95.8%, NAA 5ppm 81.5%, NAA 10ppm 61.5%, NAA 15ppm 27.7% dan NAA 20ppm sebesar 14.5%.

NAA dengan konsentrasi rendah 0ppm (kontrol) dan 5ppm menghasilkan warna daun eksplan hijau tua. Meningkatnya konsentrasi NAA mengakibatkan warna daun kuning bahkan beberapa eksplan berwarna coklat dan mengalami kematian yang disebabkan oleh menurunnya jumlah klorofil dan rusaknya klorofil.

Plantlet yang memiliki persentase hidup yang tinggi setelah 4minggu aklimatisasi yaitu plantlet yang berasal dari eksplan yang diberi penambahan ekstrak ubi jalar 150g/l dengan konsentrasi NAA 0ppm, 5ppm dan 10ppm sebesar 100%.

Media Vacin dan Went dengan penambahan ekstrak ubi jalar 150g/l dengan NAA 0ppm merupakan media yang terbaik untuk pertumbuhan optimal semai Coelogyne pandurata hasil kultur in vitro.